Langsung ke konten utama

Postingan

Camping Serumah Pertama

 Sabtu, 4 November 2023 perjalanan serumah pertama kami untuk tidur tenda tanpa mengajak pendamping teman, ini bukan kali pertama kami camping seruma, sebenarnya sudah beberapa kali namun selalu bersama teman. ketika sebelum berangkat kami sedikit khawatir, kira-kira Ra dan Ri mampu bertahan atau tidak, bisa tidur atau tidak, rewel atau tidak. akhirnya semua kekhawatiran itu terjawab, semua berjalan lancar tanpa ada kendala apapun, mereka senang, tidurpun tetap sesuai jadwal mereka tidur ketika dirumah. Kami mulai perjalanan dari surabaya pukul 09.18, selama perjalanan anak kami sangat berantusias untuk pergi ke hutan, terutama si Sulung Ra. Sesekali dia berimajinasi dan bercerita tentang gunung dan  sungai. Kami tiba di lokasi tujuan pukul 11.50, karena kami harus berhenti sejenak untuk membeli makan siang. Kami langsung memilih tapak untuk mendirikan tenda, yang dekat dengan aliran air sehingga sangat terdengar gemericik dari tenda selain itu agar Ra dan Ri senang untuk berm...
Postingan terbaru

Hari-hari Besar Agama dan Hari Besar Nasional

Hari-hari besar agama Setiap Siaga tentu memiliki agama, karena merupakan salah satu syarat menjadi pramuka. Syarat ini tersirat dalam Dwisatya yang telah diucapkan pada saat Siaga dilantik menjadi Pramuka Siaga (Mula). Oleh karena itu sebaiknya setiap Siaga mengetahui hari-hari besar agama minimal agama yang dianutnya.  Hari besar agama Islam antara lain: Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Isra Mi’raj.  Hari besar agama Kristen antara lain: Natal, Paskah, Jum’at Agung.  Hari besar agama Katolik antara lain : Natal dan Paskah.  Hari besar agama Hindu antara lain: Hari Raya Galungan, Hari Raya Kuningan, Hari Raya Saraswati, Hari Raya Banyupinaruh, Hari Raya Pagerwesi.  Hari besar agama Budha antara lain: Hari Raya Waisak, Hari Raya Kathina, Hari Raya Asadha, Hari Raya Magda Puja Hari –hari besar nasional Pemerintah telah menetapkan hari-hari nasional antara lain:  Hari Kartini                     ...

Makna dan Sejarah Bendera Merah Putih

Kiasan  Bendera Merah Putih Bendera kebangsaan Indonesia adalah Merah Putih dengan sebutan “Sang Merah Putih”. Bendera merupakan sebuah tanda kehormatan bagi bangsa, oleh karena itu harus dijaga dan dihormati. Setiap keluarga sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki bendera karena pada saat-saat tertentu bendera tersebut harus dikibarkan di depan rumah setiap warga. Bendera harus dirawat, dicuci diseterika dan disimpan dengan baik ditempat yang mudah dicari. Dalam upacara pada saat Bendera Merah Putih dinaikkan para peserta upacara harus berdiri tegap memberikan penghormatan, jika pesertanya Pramuka atau anggota militer wajib memberikan hormat dengan mengangkat tangan kanan dan meletakkan jari telunjuk dipelipis dengan posisi telapak tangan menghadap miring kebawah. Perindukan memiliki Bendera Merah Putih yang disebut “Pusaka Perindukan”. Bendera tersebut dikibarkan pada saat latihan di Perindukan. Bendera bangsa Indonesia mempunyai dua warna yaitu merah dan putih. Merah artin...

Sejarah lagu kebangsaan Indonesia

  Dalam kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 terdapat peristiwa yang sangat penting artinya untuk mengisi kemerdekaan kita yaitu untuk pertama kalinya diperdengarkan kepada umum Lagu Indonesia Raya oleh pengarangnya sendiri yaitu Wage Rudolf Supratman. Hadirin terpesona akan semangat dan isi serta irama lagu itu. Kongres memutuskan; Lagu “Indonesia Raya” ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan. Tujuh belas tahun kemudian yaitu tahun 1945 setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, lagu “Indonesia Raya” diresmikan dalam UUD 1945 sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia, dan ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.

Lambang Gerakan Pramuka

Lambang adalah suatu gambaran atau image tentang sesuatu yang dapat memberikan semangat kepada seseorang. Lambang Gerakan Pramuka adalah Tunas Kelapa. Pencipta Tunas Kelapa sebagai lambang Gerakan Pramuka adalah Kak Soenardjo Atmodipoero, lahir pada tanggal 29 Pebruari 1909 di Blora. Tunas Kelapa dipilih sebagai lambang Gerakan Pramuka dengan pertimbangan filosofis arti sebagai berikut: Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Ind...

Salam Pramuka

Sejak usia Siaga hendaknya dikembangkan kepribadian dan sopan santun yang ramah tamah. Kebiasaan yang baik ini perlu ditanamkan dan ditumbuhkan kepada Siaga. Salah satu kebiasaan tersebut adalah memberikan salam kalau bertemu atau meninggalkan seseorang. Di lingkungan kepramukaan kebiasaan baik ini disebut sebagai memberikan salam Pramuka,  Caranya adalah dengan mengangkat telapak tangan kanan sampai ujung telunjuk menempel pelipis, sedang posisi telapak tangan agak miring menghadap ke depan. Salam Pramuka dilakukan dengan lima jari adalah karena azas Gerakan Pramuka adalah Pancasila. Jenis salam Pramuka adalah salam kepada sesama teman sebaya, salam kepada kakak pramuka, salam kepada Pembina, salam kepada Presiden, salam kepada Sang Merah Putih, dan salam kepada jenasah. Pada prinsipnya sikap memberi salam adalah sama yaitu berhenti, berdiri tegap dan mengangkat tangan sesuai dengan ketentuan. Selain itu ada salam yang diucapkan “ Salam Pramuka !” dan dijawab “Salam”. Sikapnya dap...