Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Hari-hari Besar Agama dan Hari Besar Nasional

Hari-hari besar agama Setiap Siaga tentu memiliki agama, karena merupakan salah satu syarat menjadi pramuka. Syarat ini tersirat dalam Dwisatya yang telah diucapkan pada saat Siaga dilantik menjadi Pramuka Siaga (Mula). Oleh karena itu sebaiknya setiap Siaga mengetahui hari-hari besar agama minimal agama yang dianutnya.  Hari besar agama Islam antara lain: Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Isra Mi’raj.  Hari besar agama Kristen antara lain: Natal, Paskah, Jum’at Agung.  Hari besar agama Katolik antara lain : Natal dan Paskah.  Hari besar agama Hindu antara lain: Hari Raya Galungan, Hari Raya Kuningan, Hari Raya Saraswati, Hari Raya Banyupinaruh, Hari Raya Pagerwesi.  Hari besar agama Budha antara lain: Hari Raya Waisak, Hari Raya Kathina, Hari Raya Asadha, Hari Raya Magda Puja Hari –hari besar nasional Pemerintah telah menetapkan hari-hari nasional antara lain:  Hari Kartini                     ...

Makna dan Sejarah Bendera Merah Putih

Kiasan  Bendera Merah Putih Bendera kebangsaan Indonesia adalah Merah Putih dengan sebutan “Sang Merah Putih”. Bendera merupakan sebuah tanda kehormatan bagi bangsa, oleh karena itu harus dijaga dan dihormati. Setiap keluarga sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki bendera karena pada saat-saat tertentu bendera tersebut harus dikibarkan di depan rumah setiap warga. Bendera harus dirawat, dicuci diseterika dan disimpan dengan baik ditempat yang mudah dicari. Dalam upacara pada saat Bendera Merah Putih dinaikkan para peserta upacara harus berdiri tegap memberikan penghormatan, jika pesertanya Pramuka atau anggota militer wajib memberikan hormat dengan mengangkat tangan kanan dan meletakkan jari telunjuk dipelipis dengan posisi telapak tangan menghadap miring kebawah. Perindukan memiliki Bendera Merah Putih yang disebut “Pusaka Perindukan”. Bendera tersebut dikibarkan pada saat latihan di Perindukan. Bendera bangsa Indonesia mempunyai dua warna yaitu merah dan putih. Merah artin...

Sejarah lagu kebangsaan Indonesia

  Dalam kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 terdapat peristiwa yang sangat penting artinya untuk mengisi kemerdekaan kita yaitu untuk pertama kalinya diperdengarkan kepada umum Lagu Indonesia Raya oleh pengarangnya sendiri yaitu Wage Rudolf Supratman. Hadirin terpesona akan semangat dan isi serta irama lagu itu. Kongres memutuskan; Lagu “Indonesia Raya” ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan. Tujuh belas tahun kemudian yaitu tahun 1945 setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, lagu “Indonesia Raya” diresmikan dalam UUD 1945 sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia, dan ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.

Lambang Gerakan Pramuka

Lambang adalah suatu gambaran atau image tentang sesuatu yang dapat memberikan semangat kepada seseorang. Lambang Gerakan Pramuka adalah Tunas Kelapa. Pencipta Tunas Kelapa sebagai lambang Gerakan Pramuka adalah Kak Soenardjo Atmodipoero, lahir pada tanggal 29 Pebruari 1909 di Blora. Tunas Kelapa dipilih sebagai lambang Gerakan Pramuka dengan pertimbangan filosofis arti sebagai berikut: Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Ind...

Salam Pramuka

Sejak usia Siaga hendaknya dikembangkan kepribadian dan sopan santun yang ramah tamah. Kebiasaan yang baik ini perlu ditanamkan dan ditumbuhkan kepada Siaga. Salah satu kebiasaan tersebut adalah memberikan salam kalau bertemu atau meninggalkan seseorang. Di lingkungan kepramukaan kebiasaan baik ini disebut sebagai memberikan salam Pramuka,  Caranya adalah dengan mengangkat telapak tangan kanan sampai ujung telunjuk menempel pelipis, sedang posisi telapak tangan agak miring menghadap ke depan. Salam Pramuka dilakukan dengan lima jari adalah karena azas Gerakan Pramuka adalah Pancasila. Jenis salam Pramuka adalah salam kepada sesama teman sebaya, salam kepada kakak pramuka, salam kepada Pembina, salam kepada Presiden, salam kepada Sang Merah Putih, dan salam kepada jenasah. Pada prinsipnya sikap memberi salam adalah sama yaitu berhenti, berdiri tegap dan mengangkat tangan sesuai dengan ketentuan. Selain itu ada salam yang diucapkan “ Salam Pramuka !” dan dijawab “Salam”. Sikapnya dap...

Kode Kehormatan Pramuka Siaga

Dwisatya dan Dwidarma   Dwisatya dan Dwi darma adalah inti dari Kode Kehormatan Pramuka Siaga yang merupakan pedoman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik di keluarga, di perindukan maupun dalam pergaulan di masyarakat.  Dwisatya. ̋ Dwisatya adalah janji yang harus diucapkan oleh calon Siaga pada saat yang bersangkutan dilantik menjadi Pramuka. Setelah mengucapkan Dwisatya ia menjadi seorang Pramuka, menjadi saudara semua Pramuka di tanah air dan bahkan menjadi saudara Pramuka seluruh dunia. Isi Dwisatya: Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh- sungguh,  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.  Setiap hari berbuat kebaikan.  Siaga yang sudah mengucapkan Dwisatya, wajib mematuhi dan melaksanakannya. Ia wajib patuh menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama yang dipeluknya, saling menghargai teman yang menjalankan ibadah dan tidak memilih ...

Peran Pembina Pramuka Siaga

1. Tugas pokok Pembina Pramuka Siaga 2.  Tanggung jawab Pembina Pramuka Siaga Dalam melaksanakan peran dan tugasnya, Pembina Pramuka Siaga bertanggungjawab atas : a.  tetap terjaganya pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta sistim Among pada semua kegiatan Pramuka Siaga; b.  terselenggaranya kepramukaan yang teratur dan terarah sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pramuka; c.  terwujudnya Pramuka Siaga yang berkepribadian, berwatak, berbudi pekerti luhur, dan sebagai warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, yang setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjadi anggota masyarakat yang baik berguna; d.  dalam melaksanakan tugasnya Pembina Pramuka bertanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, Pembina Gugus depan dan diri pribadinya sendiri.   3.  Peran Pembina Siaga a.  Perancang program kegiatan sesuai dengan kebutuhan Pramuka Siaga. b.  Bergiat bersama peserta didik, p...

Sistem Among

Sistem Among merupakan salah satu cara pelaksanaan pendidikan dalam Gerakan Pramuka. Dengan Sistem ini Pembina memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak secara leluasa, dengan sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah, keharusan paksaan sepanjang tidak merugikan baik bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitarnya. Tujuannya untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri dan kreativitas sesuai dengan aspirasi peserta didik. Sistim Among dalam bentuk kalimat adalah: ING NGARSA SUNG TULADA (di depan memberi teladan) ING MADYA MANGUN KARSA (di tengah membangun kemauan) TUT WURI HANDAYANI (dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian) Tujuan Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan yang membina watak bagi kaum muda dikatakan tercapai dengan efektif, jika sikap perilaku dan kegiatan peserta didik merupakan refleksi dari kegiatan kepramukaan. Untuk mencapai hal tersebut maka proses pendidikan harus diberikan s...

Pramuka Siaga

1 . Filosofi Periode anak usia 7 tahun sampai dengan 10 tahun merupakan kehidupan masa kecil yang indah dan menyenangkan. Anak-anak seusia ini memiliki sifat unik dan beragam yang pada dasarnya merupakan pribadi yang aktif dan tidak pernah diam. Mereka senang dengan lingkungan sekitarnya dan pada umumnya sangat kreatif. Pada saat itu orang tua mulai melihat penampilan dan kepribadian putranya yang membuatnya harus memberikan perhatian yang lebih untuk perkembangannya. Orang tua dapat mengarahkan mereka untuk mengurangi sifatnya yang kurang positif melalui sosialisasi dalam kelompok kehidupan sebaya. Kelompok tersebut hendaknya dapat menjamin tidak akan mengekang pribadinya, namun dapat mengendalikan egoismenya, dapat merasa memiliki teman, peduli, dan dapat menampung sifat aktif dan kreatifnya. Dengan kata lain kelompok dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pribadi anak meliputi area pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik. Hal yang cukup penting adala...